Tembung Entar: Pengertian, Fungsi & Contoh Kalimatnya

Ada yang pernah mendengar kata tembung entar? Yup, mungkin yang belum pernah dengar kata ini, kemungkinan Anda bukan masyarakat yang berasal dari jawa nih ya. Tembung entar adalah dialek Jawa yang digunakan baik dalam karya sastra maupun dialog sehari-hari. Kata ini terdiri dari dua kata yaitu “tembung” berarti “kata” dan “entar” berarti “meminjam”.

Istilah Jawa ini merupakan sebuah kata dengan makna yang cukup ambigu. Kata ini disebut juga sebagai kata serapan karena digunakan untuk menggabungkan kata atau frasa yang tidak serasi. Oleh karena itu, tembung entar yaiku tembung silihan yang tidak boleh diremehkan.

Kata-kata ini juga berarti serapan yang artinya tidak memiliki arti sebenarnya atau arti langsung. Tembung ini terdiri dari dua kata atau lebih yang kemudian disatukan.

Istilah “meminjam” mengacu pada proses membangun kalimat dengan “meminjam” kata-kata yang tidak cocok satu sama lain. Dalam frasa seperti “adus banyu kolam” atau “mandi air kolam”, misalnya, “adus” atau “mandi” harus digunakan.

Namun dalam tembung entar, kata itu bisa digabungkan dengan “kringet” menjadi “adus kringet” atau mandi keringat. Dalam bahasa Indonesia, kata-kata ini setara dengan sebuah kata kiasan. Nah, itulah yang membuat tembung ini sulit untuk diartikan secara langsung.

Ciri-Ciri Tembung Entar

Ciri-ciri ini sebenarnya tidak begitu penting, karena dengan memperhatikannya, Anda dapat dengan mudah menebak karakter dari kata asal jawa ini. Berikut ciri-cirinya, yaitu:

  • Biasanya terdiri dari dua kata.
  • Jika ditafsirkan secara langsung, maka akan memiliki arti yang aneh atau mungkin tidak masuk akal sama sekali.
  • Terdapat satu kata sifat dan satu objek dalam setiap kalimat. Contoh kata sifat yaitu abang, amba, ala, dan sebagainya.
  • Sedangkan untuk objek bisa menyerupai kata kupinge, rambute, basane, dan lain sebagainya.
  • Kata kiasan ini tidak umum untuk digunakan dalam buku anak-anak.

Fungsi Tembung Entar

Fungsi tembung entar digunakan untuk menekankan dan menambahkan makna pada apa yang dikatakan. Aturan linguistik juga mencerminkan budaya orang yang menggunakannya. Oleh sebab itu, banyak masyarakat jawa yang menggunakan kata kiasan, lantaran background budaya mereka yang menjunjung tinggi ewuh pakewuh atau rasa tak enak, segan atau sungkan. Untuk menghindari rasa tersebut, mereka berkomunikasi menggunakan bahasa kiasan agar pesan yang disampaikan dapat diartikan dengan baik.

Tuladha Tembung Entar

Adapun kata tembung entar digunakan untuk beberapa pengganti kata atau kalimat, seperti berikut ini:

  • Abang kupinge (telinga merah): nesu banget (sangat marah)
  • Cupet atine (hatinya sempit): gampang nesu (mudah marah)
  • Dawa tangane (tangan panjang): suka nyolong jupuk (suka mencuri)
  • Gedhe omonge (besar bicaranya): umuk ora ana nyatane (congkak namun tidak sesuai realita)
  • Lunyu ilate (lidah licin): guneme mencla-mencle (kata-katanya tidak bisa ditahan sama sekali/tidak bisa dipercaya)
  • Lambe tipis (bibir tipis): akeh omonge (banyak bicara)
  • Kandel kupinge (telinga besar): ora nggugu pitutur (sulit dikasih tahu)
  • Kethul Pikirane (pikiran lurus): bodho (tidak cerdas / bodoh)
  • Rai gedheg (muka tembok): ora duwe isin (tidak tahu malu)
  • Udan nangis (hujan air mata): akeh sing nyanyi (banyak yang sedih).
  • Ngemut driji (jilat jari): ora oleh opo-opo (tidak mendapat apa-apa)
  • Jembar Segarane (luas samudera): gampang menehi pangapura marang liyane (mudah memaafkan).

Contoh kalimat menggunakan kata tembung entar, yaitu:

  • Wulan riyaya pancen jadi cobaan kanggo wong sing weteng karet, harus nunggu mangan sedino.
  • Mangsa panas ngene iki rawan larang pangan, banyu angel sembarang mbarang angel, mula wajib hemat.
  • Pembangunan bendungan Loci wis mateng rembuge, sesuk peletakan batu pertama.
  • Anggone nunggu sedino sewengi ra sia-sia, macan oleh angin banjur mlumpat lan nyokot gegere kebo kang saat lewat.
  • Gedhang sing dawane telung metering bunga prambon dadi kembang lambe dina dini iki.

Nah, itu dia kira-kira pengertian dan penggunaan kata kiasan asal jawa “Tembung Entar” yang dapat Anda simak dan pahami. Semoga bermanfaat!

Leave a Comment