Pupuh Sinom: Pengertian, Macam & Contohnya

Apakah Anda pernah mendengar kata pupuh sinom? Yup! Bagi Anda orang Sunda pasti cukup familiar dengan budaya Sunda yang memiliki jenis karya pupuh yang disebut pupuh sinom. Pupuh adalah puisi tradisional yang memadukan seni sastra dengan musik Sunda, secara sederhana. Pupuh memiliki pantun dan pola jumlah suku kata pada setiap barisnya.

Tulisan-tulisan Pupuh terkenal dalam budaya Sunda, seperti tradisi wawacan, musim gugur, bahasa yang lebih sulit, gamelan dan pelog-salendro laras. Pupuh Sunda juga dikenal sebagai dangding; suku kata atau engang disebut sebagai guru wilangan; setiap baris atau baris ditandai sebagai pada, padalisan atau guru gatra; dan memainkan lagu berupa vokal terakhir pada setiap padalisan disebut lagu guru.

Macam Macam Pupuh Sinom

Istilah Pupuh mengacu pada jenis puisi tradisional yang memadukan karya sastra Sunda dan melodi dengan pantun dan pola suku kata di setiap baris.

Dalam budaya Sunda, ada sekitar 17 bentuk pupuh yang berbeda. Pupuh dapat dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan ukurannya yaitu sekar ageung yang berarti besar dan sekar alit yang mengartikan kecil. 

Empat bentuk pupuh membentuk sekar ageung, sedangkan 13 sisanya berisi sekar alit. Jika dinyanyikan, pupuh yang termasuk dalam kelompok sekar ageung hanya dapat dinyanyikan dengan satu jenis lagu, sedangkan pupuh yang termasuk dalam kelompok sekar alit hanya dapat dinyanyikan dengan satu jenis lagu.

Pupuh Sinom Budaya Sunda

Pupuh sinom adalah bentuk pupuh yang termasuk dalam kelompok pupuh sekar ageung. Pupuh Sinom adalah bentuk pupuh yang mengekspresikan kesenangan dan kebahagiaan (gumbira) atau kasih sayang (kadeudeuh). Ada sembilan bait dalam setiap bait pada padalisan ini.

Pupuh Sinom ini terhubung dengan seorang guru wilangan dan seorang guru menyanyi di 8-a, 8-i, 8-a, 8-i, 7-i, 8-u, 7-a, 8-i, 12- to model. Angka-angka dalam diagram mewakili guru wilangan, sedangkan huruf mewakili guru menyanyi.

Contoh Pupuh Sinom

Saat wetan fajar balebat (8 – a)

Panon poe arek bijil (8 – i)

Sinarna ruhay burahay (8 – a)

Kingkilaban kuning Beureum (8 – i)

Campur wungu saeutik (7 – i)

Kaselapan semu biru (8 – u)

Tanda Batara Surya (7 – a)

Bade lumungsur ka bumi (8 – i)

Murub mubyar sky sarwa hurung herang (12-a)

Mapag balebat ti wetan (8 – a)

Ngabring leumpang ngagaridig (8 – i)

Barudak rec saracola (8 – a)

Kapireng pating hariring (8 – i)

Paheula heula nepi (7 – i)

Unggal isuk geus ngabaku (8 – u)

Bari garogonjakan (7 – a)

Estuning saruka ati (8 – i)

Sarerea hayang geura diajarkan (12 – a)

Pupuh Sinom Dasar

  1. Lintang asri yan keparna
  2. Bungan nyane i jempiring 
  3. Nedeng mapisugu kembang 
  4. Indic goba lintang becik 
  5. Warni putih ambu miyik 
  6. Pacang sida nudut kayun 
  7. Sapa siri sang ngatonang 

Pupuh Sinom Tentang Sekolah

  • Contoh 1

Lakune anak sekolah

Sinau rino lan wengi

Kudune anak sekolah 

Mesti pinter lan setiti

Nanging di era Saiki

Sinanune ora luhur 

Karo senang dolanan

Ora iso migunani

Mung Anda bisa njaluk lah nyusahke wong tuwa 

  • Contoh 2

Langit ini katon padang

Kayak padange ning ati 

Ngilangin rasa malas

Sing tansah ngrogoti ati 

Aku tansah taberi

Menyang ing papan sinau 

Golek ilmu manfaat

Kanggo sanguning urip

Dadi wong sing migunani marang bangsa

Baca Juga : Simpangan Kuartil: Rumus, Contoh Soal & Cara Mencarinya

Itu dia penjelasan mengenai Pupuh Sinom. Karya lagu religi ini biasa dinyanyikan pada acara-acara keagamaan. Biasanya juga berfungsi sebagai representasi dari kebajikan dan kebenaran, serta arahan, nasihat, karma, dan sejarah. Dengan melestarikan budaya ini, Anda membantu melestarikan budaya bangsa.

Leave a Comment