Permainan Bebentengan: Pengertian, Sejarah & Cara mainnya

Tahukan Anda tentang permainan bebentengan? Apakah Anda suka memainkannya dengan teman Anda? Yup! Permainan ini memang sudah ada sejak dahulu lho. Rerebonan atau permainan bebentengan adalah permainan di mana dua kelompok sandera dan tahanan bersaing satu sama lain. Setiap kelompok memiliki empat hingga delapan orang di dalamnya. Kemudian pilih lokasi untuk dijadikan sebagai pangkalan. Sebuah pilar, pohon atau pilar bisa bertindak sebagai dasar atau “benteng”.

Sejarah Permainan Bebentengan

Tidak jelas dari mana asal permainan ini, namun,banyak anak-anak dari seluruh Indonesia yang akrab dengan permainan ini. Sebagian besar anak-anak pasti sudah tidak asing lagi dengan permainan benteng yang berasal dari Sumatera, Jawa dan Bali ini.

Pengertian Permainan Bebentengan

Permainan kastil membutuhkan keterampilan strategis dan taktis. Permainan ini dimainkan oleh dua tim yang masing-masing beranggotakan 4-6 orang. Setiap tim memilih pangkalan, yang dalam permainan benteng biasanya tiang atau pilar. Cara bermainnya adalah dengan menyerang dan menaklukkan kubu lawan dengan cara memukul tiang atau pilar lawan dan berteriak “keras”.

Permainan bebentengan ini dikenal dengan istilah rerebonan di Jawa Barat dan benteng di daerah Jombang. Benteng, yang bisa berupa pohon, pilar, atau dinding, adalah fokus utama permainan dan setiap tim memilih bentengnya.

Cara Main Bebentengan

Permainan bebentengan adalah permainan kooperatif yang harus dimainkan dalam tim. Geng terbelah dua. Kemudian masing-masing kelompok terdiri dari empat sampai delapan orang. Jadi, jangan lupa untuk memilih tempat di mana Anda akan memainkan game ini. Karena pemain harus banyak berlari saat bermain benteng, disarankan untuk memilih ruang yang luas.
Anda juga harus memutuskan lokasi untuk dijadikan markas atau benteng. Untuk membuat permainan lebih lancar, markas atau benteng masing-masing grup harus berhadapan. Aturan mainnya adalah sebagai berikut, yaitu:

  • Ada dua kelompok dalam permainan benteng. Kemudian masing-masing kelompok terdiri dari empat sampai enam pemain.
  • Permainan ini dimainkan dengan menggunakan tiang kayu atau bambu untuk melindungi benteng. Untuk setiap kelompok, tonggak ini berfungsi sebagai base camp.
  • Di luar base camp, game fortifikasi diyakini sebagai yang pertama menyerang. Jika seorang pemain dikejar dan disentuh oleh tangan musuh, pemain tersebut dianggap ditangkap dan dipenjarakan.
  • Ketika sekutu mereka telah menyelamatkan mereka dengan menyentuh tangan mereka atau bagian tubuh lainnya, pemain dapat kembali untuk mempertahankan benteng mereka.
  • Kelompok yang menang adalah yang mencetak skor dengan menyentuh base camp lawan.

Strategi Permainan

Saat memainkan permainan bebentengan ini, Anda dapat menerapkan beberapa strategi berikut:

  • Seorang mata-mata untuk mengawasi musuh lama yang belum pernah menyentuh benteng.
  • Penyusup bertugas memancing musuh menjauh dari zona aman.
  • Penjaga bertugas mengamankan bentengnya agar tidak diserang oleh pasukan lawan.
  • Untuk langsung menyentuh kubu lawan, penyerang harus berusaha mencari celah.
  • Permainan bebentengan ini dapat dimainkan dengan mudah dan kemenangan dapat diraih jika setiap anggota kelompok memahami betul tugasnya.

Keuntungan Dari Bermain Game Benteng

Hayo, siapa yang udah jarang banget main game diluar rumah? Ternyata bermain permainan tradisional memiliki segudang manfaat bagi kesehatan kita lho. Permainan tradisional selalu lebih baik daripada permainan komputer. Berikut ini adalah keuntungan dari permainan bebentengan, yaitu :

  • Kecepatan dan kelincahan harus dilatih saat jogging.
  • Tingkatkan stamina Anda karena fortifikasi adalah permainan latihan fisik seperti olahraga.
  • Mendorong kerjasama dan kohesi kelompok.
  • Membuat Anda lebih aktif dan menjaga tubuh menjadi lebih fit

Baca Juga : Menyublim: Pengertian, Proses & Contoh peristiwa

Ini adalah permainan benteng yang bisa dipelajari dan dikuasai oleh Anda atau anak Anda. Permainan ini juga digunakan untuk meningkatkan keterampilan motorik halus sehingga mereka siap menghadapi suatu situasi.

Leave a Comment