Majas Sarkasme: Pengertian, Fungsi & Contoh Kalimat

Apakah Anda pernah mendengar seseorang mengutarakan kata-kata yang menyayat hati kita ketika mendengarnya? Yup! Itu bisa jadi salah satu jenis majas lho. Majas sarkasme adalah gaya bahasa yang berunsurkan sindiran dengan penggunaan kata-kata yang kasar dan menyayat.

Penggunaan sarkasme dapat berupa kata-kata kasar, pedas, menusuk, atau cemooh untuk menyakiti perasaan orang lain. Sarkasme berasal dari bahasa Yunani, yang berarti “sark” yang berarti “daging”, dan “asmos” yang berarti “mencabik”. Jadi, secara harfiah, sarkasme berarti “mencabik-cabik daging”.

Fungsi Majas Sarkasme

Sarkasme adalah wujud ironi verbal yang dimaksudkan guna mengejek ataupun melaporkan penghinaan. Dalam sarkasme, Anda bisa berkata kebalikan dari apa yang diartikan (ironi verbal) serta melaksanakannya dengan menggunakan nada mengejek. Tujuan sarkasme tak lain dan tka bukan yaitu untuk menyindir ataupun menyinggung seorang. Majas ini bisa melukai perasaan seorang.

Penafsiran Majas Sarkasme Menurut Beberapa Pihak

1. KBBI

Perkataan agresif dan kasar yang digunakan buat mengejek serta menyakiti hati seorang.

2. Keraf (2010)

Sarkasme merupakan referensi yang memiliki celaan kasar, kepahitan, serta kekasaran yang lebih keras dari ironi. Walaupun tujuannya berbeda, ironi terkadang digunakan dalam majas ini. Sarkasme digunakan buat melanda, namun ironi digunakan buat menghasilkan dampak lucu ataupun menyedihkan.

3. Waluyo (2002)

Menurut Waluyo, majas sarkasme merupakan pemakaian perkataan agresif serta marah dengan itikad buat mengkritik ataupun sarkasme. Singkatnya, sarkasme merupakan style bahasa yang umumnya digunakan buat menyindir seorang dengan frasa agresif serta pedas.

Ciri Ciri Sarkasme

Majas sarkasme memiliki jenis yang hampir identik dengan ironi dan sindiran, berikut ini adalah ciri khususnya:

  • Upaya untuk merusak perasaan pendengar.
  • Emosional, tidak selalu digunakan untuk mengungkapkan kebenaran.
  • Berdasarkan ketidakpuasan atau perasaan tidak menyenangkan tentang suatu situasi.
  • Kata-kata ini tampak seperti ingin menyerang namun tidak bermakna ingin menyerang lawan

Perbedaan Majas Sarkasme & Sinisme

Lantas apa sih bedanya majas sarkasme dengan sinisme? Berikut penjelasan lebih lengkapnya.

Majas Sarkasme

  • Majas Sarkasme memiliki tujuan untuk merusak perasaan orang-orang yang mendengarkannya.
  • Ini sering digunakan untuk menggambarkan makna emosional daripada fakta atau makna aktual.
  • Biasanya tercipta karena ketidakpuasan atau perasaan tidak enak terhadap sesuatu.
  • Dia memiliki kepribadian agresif pasif-agresif. Niat awalnya adalah untuk menyerang pembaca, tetapi dia tampaknya tidak melakukannya.

Sedangkan untuk majas sinisme,

  • Sinisme tidak selalu buruk atau menyakitkan. Tapi juga bisa menyenangkan.
  • Perkirakan skenario terburuk atau terlihat realistis sesuai kenyataan.
  • Majas didasarkan pada kesangsian tentang sesuatu.
  • Bersifat agresif dalam upaya membujuk pembaca untuk memahami sesuatu.

Contoh Majas Sarkasme

Bagi Anda yang belum paham mengenai penjelasan ini, berikut ada beberapa contoh pernyataan yang mengandung majas sarkasme.

  • Binatang keledai saja tidak akan jatuh ke lubang yang sama, tapi Anda justru membuat lubang sendiri!
  • Mulutmu beracun sejak awal, sama seperti ular!
  • Anda pikir saya bodoh? Tak saya sangka Anda justru bodoh karena sudah berani menipu saya!
  • Wajah Anda terlihat putih sekali, sampai bedaknya bisa disendokin.
  • Tidak salah kalau koruptor memiliki banyak uang, tapi sayang sekali dia menghabiskan begitu banyak waktunya di penjara.
  • Halah cuma playboy kelas teri tapi gaya selangit! Modal dompet tipis dan wajah standar aja berani menggoda hati para wanita!
  • Jangan berharap untuk menikah dengan menantu dari keluarga terhormat itu. Anda hanya anak miskin dari rumah miskin. Anda bahkan tidak akan dipertimbangkan untuk menjadi pelayannya!
  • Tidak masalah, Anda akan lebih baik menyimpan uang Anda daripada membuang-buang uang tebusan obat yang tidak berguna. Terimalah bahwa Anda akan selalu memiliki tubuh lebih pendek dari biasanya.
  • Apakah Anda senang tinggal di sini? Lihatlah sekeliling, lingkungan tidak terawat dan kotor. Karena menyerupai perkampungan kumuh, lokasi ini tidak cocok untuk digunakan sebagai tempat tinggal.
  • Sangat disayangkan bahwa dia sudah sekolah tinggi-tinggi, tetapi sopan santunnya kurang dan bahasanya tidak menyenangkan.
  • Astagah anak pemalas , matahari sudah setinggi langit dan kamu baru bangun.

 

Itu dia penjelasan mengenai majas sarkasme. Dalam kehidupan nyata, tentu Anda harus berhati hati dalam menggunakan pernyataan sarkastik seperti di atas.

Baca Juga : Ketahui Jenis & Fungsi Properti Tari Piring

Hal itu lantaran majas tersebut dapat berdampak tidak hanya pada kesehatan fisik tetapi juga pada kesejahteraan emosional.

Leave a Comment